Kamis, 01 Oktober 2009

ScarLeTter [.bag V.]


[Dengarkanlah kau lelaki itu]

Kau yang selalu ada dipikiranku meninggalkanku lagi. Walau kutahu hanya sesaat dan aku tak pantas merindukannya. Aku disini tetap menantimu. Walaupun kau selalu tak pedulikanku, aku tetap menunggumu.

Kau sebut namaku dalam layanan online itu saja, hatiku gembira tak kepalang. Apalagi kau bicara denganku, sudah aku tak merasa sepi lagi. Semuanya hilang jika kamu temani aku.

Andai kamu ada disini saat ini, mungkin aku tak akan kesepian seperti ini. Tak menentu perasaanya hatiku. Aku berusaha untuk menangis dalam hati saja tanpa ada yang tahu. Kecuali temanku yang tahu semua itu dan tentunya Allah.

Kadang, aku erasa bersalah kepadaNya. Ku menangis jika kudapati masalah seperti ini, tapi jika ku punya masalah tentang kehidupan ini aku malah tak mau mendengarnya. Aku mungkin sudah salah jalan dnegan merasakn semua ini.

Aku dilemma benar-benar dilemma. Aku tak tahu tentang perasaanku padamu. Aku tak mengerti. Yang kutahu, aku ingin kau ada di sampingku selalu. Buatku nyaman dan perhatian lagi kepadaku. Buatku tertawa dan bersemangat lagi.

Inilah yang mampu aku curahkan hari ini. Semonga kau merasakannya. Semoga kau melihat dan mendengarnya. Aku tak ingin kau menjadi musuhku setelah tahu kenyataan ini. Aku ingin kita selalu bersama.

Mungkin kata-kataku ini tak teratur, membingungkan, namun inilah yang kurasa. Tulisanku adalah curahan hatiku sepenuhnya.
Merci…

[Si penulis surat ini]
300909 – 22.04

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for leaving comment :)
have a good day, pals!