Rabu, 10 Februari 2010

Rectoverso by Dee [7-11]

[sambungan...]
7. Grow a Day Older
"...When I was in complete surrender of who I am, the helpless idiot venturing her endless lessons of love and live. When I was thankful that he would grow a day older and see what a mess I could be. And I can feel I am arriving in that moment again, right now, as I am cuddled like his Teddy, and still not knowing what to do or what to decide."
8. Cicak Di Dinding
"...Lelaki itu kemudian mulai melukis, sampai lewat tengah malam, hingga tertidur lelah di lantai studio. Namun ada kelegaan luar biasa yang tak bisa ditakarnya, melampaui kemampuan rangkum nada atau kata, surat cinta atau kidung cinta, bahkan rencana sehidup semati. Dalam studio itu akhirnya ia mengetahui apa yang ia inginkan. Bahagia dengan atu kejujuran. Kemudian berserah dalam ketakberdayaan. Ia bahkan tidur sambil tersenyum."
9. Firasat
"...Aku teringat detik-detik yang kugenggam. Hangat senyumnya, napasnya, tubuhnyadan hujan ini mengguyur semua hangat itu, menghanyutkannya bersama air sungai, bermuara entah kemana. Hujan mendobrak paksa genggamanku dan merampas milikku yang paling berharga. Hujan bahkan membasuh air mata yang belum ada. Membuatku seolah-olah menangis. Aku tidak ingin menangis. Aku hanya ingin dia pulang. Cepat pulang. Jangan pergi lagi."
10. Tidur
"...Terlalu lama kita hidup menjadi bayang-bayang satu sama lain. Biarkan aku mendekati kalian dengan perlahan, sampai pagi terbit bagi kita bersama. Tak ada lagi bayangan. Kita lebur dalam kenyataan."
11. Back To Heaven's Light
"...If once we had decide to forget, than we alone can decide to remember. We all started the same journey. This had been illusion of a journey, for it didn't have a start and didn't have an end"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for leaving comment :)
have a good day, pals!