Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan.
Entah mengapa aku bertindak gila seperti ini. Aku tidak tahu. Kejadian ini bermula saat aku kelas 2 SMA. Waktu itu sekolah kami mengadakan tur ke Bali. Dia pun juga ikut. Padahal waktu itu aku seharusnya tidak diperkenankan untuk merasakannya.
Namanya Adib Naufal, awalnya dia bilang cuma mau minta makanan kalau lagi ada di sana. Aku iyakan saja. Tapi ternyata, hal itu terus saja berlanjut hingga aku merasakan ada sesuatu yang aneh menelusuri aliran darah ini dan bermuara dalam hatiku. Sejak perjalanan menuju Pulau Dewata hingga pulang lagi ke kotaku, Solo, aku terus saja berkirim pesan singkat dengan dia. Diam-diam. Secepat itu pula aku mulai menyayanginya. Dia perhatian, baik dan terlebih orang tuaku suka kepada dia daripada kepada teman-teman cowokku yang pernah datang ke rumah.
Dan tindakannya yang begitu membuatku kaget ketika kami pulang dari Bali. Aku masih ingat itu, hari Rabu, 21 April 2010.
Pagi buta itu, di perjalanan menuju kota Solo…
Aku berkirim pesan singkat ria dengan dia. Padahal saat itu aku masih saja ngantuk. Tapi getaran ponselku yang terus memanggilku, tak kuasa aku abaikan. Dan aku pun larut dalam kebersamaan dengan saluran untuk komunikasi itu. Lama waktu berselang dan dia pun bertanya.
“Hei, aku udah sampai rumah lho” kata dia.
“Hah? Kok cepet banget, sih. Aku aja lho baru sampai Sragen” jawabku dengan sedikit kaget.
“ Kasihan.. hehe. Kamu pulang naik apa? Di jemput orang tua kamu?” tanya dia.
“Biarin. Nggak kok. Bapakku lagi ke luar kota. Aku ke rumah temenku dulu nanti terus naik angkot.”
“Loh.. mana ada angkot subuh-subuh begini?”
“Ya maka dari itu aku nunggu dulu di rumah temanku itu.”
“Walah.. aku jemput aja ya?”
“Hah? Kamu jemput? Kamu kan baru nyampe rumah. Nanti dimarahi orang tua kamu. Nggak usah deh.”
“Beneran nggak papa. Ibuku udah ke pasar kok, bapakku lagi keluar kota juga.”
“Aduh.. nggak usah deh, nanti ngrepotin kamu.”
“Nggak papa. Aku berangkat nih. Tunggu ya.”
“Hah? Aduh.. ya udah deh kalo gitu.” Waaa.. kaget banget tau ditawari seperti itu sama dia. Apalagi dia nekat pula langsung berangkat. Aduh, hati ini jadi semakin berantakan. Aku takut kalau ada orang yang mengetahui semua ini. Apalagi saat ini statusku sangat rawan. Tapi kenapa hati ini juga tak mau menolak? Mengapa aku diam saja dengan sikapnya? Aku tidak tahu. Aku hanya ingin merasakannya.
Akhirnya 15 menit kemudian, kami sampai di sekolah kami. Aku terburu-buru turun dari bis dan dengan perasaan yang campur aduk langsung saja ngacir turun dari bus. Meninggalkannya!
Setelah turun aku cepat-cepat mencari sosok dia. Lama mata berkeliling ke sekitar. Dan akhirnya, yap! Dia ada di sebelah sana. Sudah duduk di motornya. Menungguku menghampirinya. Aku takut. Aku berjalan menunduk agar orang tak tahu itu aku.
“Hei, cepet bawain barang-barangku ini. Nanti ketahuan lho..” kataku sambil melihat sekeliling. Waspada.
“Nadia, banyak banget sih barang bawaanmu. Kayak mau pindahan aja. Aku aja tas ransel satu doang.” jawabnya sambil menaikkan barangku ke motornya.
“Yaiyalah. Itulah perbedaan cewek dan cowok.” jawabku singkat sambil naik ke motornya.
“Sudah?” tanya dia.
“Iya” jawabku. Dia tak menjawab. Langsung saja dia nyalakan mesin motornya dan berjalan meninggalkan sekolahku. Aku tengok ke belakang, Aku lihat ada temanku yang megetahui aku dan dia boncengan. Tapi aku tahu, dia tidak suka mengumbar cerita seperti ini. Akhirnya tenang juga.
Di tengah perjalanan dia berkata “Maaf, aku lupa nggak bawain kamu helm.”
Aku pun menjawab “Halah. Pagi-pagi aja lho, nggak papa. Aku aja udah makasih banget kamu jemput kayak gini. Jadi ngrepotin kamu.”
“Nggak papa.” jawabnya datar. Sedikit canggung sih sebenarnya.
“Oh iya, Adib, bagaimana Bali menurutmu? Tentang pemandangannya, budayanya dan makanannya?” tanyaku memecah kecanggungan.
“Ah.. biasa aja. Nggak ada yang istimewa. Makanannya juga nggak enak. Tapi yang paling aku suka waktu di Uluwatu. Aku tenang di sana.”
“Wah kok gitu sih? Kenapa biasa saja? Sama, aku juga suka banget di Uluwatu. Rasanya liat biru lautnya bikin mata adem dan tenang.”
“Ya mau gimana lagi. Kamu masih, Nad, enak di sana ada temenmu. Sedangkan aku? Sendirian.” jawab dia dengan memberi tekanan pada kata terakhir. Aku menerka maksudnya. Apa benar itu. Ah, sudahlah.
“Loh.. bukannya kamu juga sama temen-temenmu terus ya? Kok sendirian?”
“Iya emang aku bareng-bareng terus sama mereka, tapi rasanya aku sendirian.” jawabnya sedikit dalam.
“Walah… maaf.”
Aku pun diam saja. Takut lebih menyakiti hatinya. Aku tahu gelagatnya. Aku tahu sikapnya. Itu sering ditunjukkan oleh cowok manapun, bukan hanya dia. Ya aku tahu. Dan aku pun merasakannya.
Akhirnya aku dan dia sampai juga. Dia mematikan mesin motornya di depan rumahku, menurunkan barang-barangku.
“Makasih banget ya udah ngrepotin kamu” kataku.
“Iya.” jawabnya singkat sambil tersenyum. Aku diam saja.
“Udah.. cepetan masuk sana. Mandi terus sholat.” ujarnya kemudian.
“Ahaha.. iya, oke deh” sahutku sambil memberi isyarat oke.
“Ya udah. Duluan ya” jawab dia sambil melaju pergi. Cepat-cepat aku masuk ke dalam rumah agar tak diketahui tetanggaku. Mereka ‘kan pada suka bikin heboh.
Sampai di dalam rumah, ibuku bertanya kepadaku siapa yang mengantarku tadi. Maaf bu, aku terpaksa bohong. Aku jawab saja ayahnya temanku. Aku takut dimarahi karena diantar oleh anak laki-laki di pagi buta. Maaf ibu. L
Setelah bongkar barang-barang, aku bersiap mandi. Tapi sebelumnya, aku liat ponselku. Kali aja ada satu pesan singkat masuk. Dan ternyata iya. Dia mengirimiku pesan singkat.
cepetan mandi, sholat terus istirahat.
Aku tersenyum melihatnya. Aku pun beranjak menuju kamar mandi, sholat dan istirahat. Seperti apa yang dikatakannya. Terima kasih. J
bersambung***
-Tapi yang paling aku suka waktu di Uluwatu. Aku tenang di sana-
BalasHapusthat's hoak for me. I think Uluwatu is so sceamy. Was-was. pada akhirnya hanya 3 jepretan
wah.. disana bagus banget apalagi jika g ada monyet2 itu.. haha.. aku g ada foto sama sekali disana. soalnya aku cuma bengong liatin lautnya yg super cakep.. :D
BalasHapushhhmmmmmmm,,,,,,,,,
BalasHapuscinta masa sekolah d smada yoooo...
hahaahahah.....
wah" pzti hoby bca novel....
sampe" ngeblok kyak gthu .... hhahahahhahahaahahahahahaha,,,,,,,,,,,
ha??
BalasHapusSR sapa seh??
ini bukan cinta masa sekolah tau.
Just Imagination. hehehe
ahhhhh bohooooooonnngggg bgtttt
BalasHapusq tau loooo beneeraaannnn,,,,