Kamis, 11 Agustus 2011

Tuhan Tahu, Aku Takut

Ternyata untuk ini Tuhan tidak mengijinkan air mataku keluar. Hari ini, malam ini aku menangis. Sejadi-jadinya. Aku ingin berteriak. Memaki. Tapi siapa?
Ini terlalu cepat-cepat. Aku masih ingin bersama mereka. Lebih lama.
Tuhan, untuk inikah air mataku kau simpan selama ini? Untuk menangisi mereka yang lebih berharga dari apapun. Kau benar. Selalu benar.
Tuhan, dahulu aku salah mengeluarkan air mata ini untuk hal sia-sia. Namun, kali ini aku takkan merugi. Sedikitpun tidak. Mereka terlalu berharga.
Tuhan, aku belum siap untuk meninggalkan mereka. Hati ini tak mampu menahan rasa yang terlampau pilu.
Tuhan, ijinkan aku untuk meyakinkan diriku bahwa aku harus menjadi yang patut mereka banggakan kelak. Agar aku dapat balas budi baik mereka. Meski keciiil.
Please, damp my tears.. Paint my future more colorful, cheerful and brighter.
For GOD sake, please... I wanna make each other happy for me.
I'm too much to ........
Agh, I dunno. So, difficult to say.
I dunno.
I just wanna say,
I love you. I love you. I love you so much.
>.<

00:03
*meringkuk dalam-dalam ditemani gemuruh angin ruangan yang berputar-putar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for leaving comment :)
have a good day, pals!