Jumat, 13 Juli 2012

Cerita Tentang Tengah Malam

Suatu hari di tengah malam
Mimpi mengoyakku untuk terjaga
Menyuruhku menatap seisi kamarku yang tenang
Menyuruhku mendengar suara angin malam

Setelah rohku menyatu dan utuh
Aku bergegas berjalan menuju sudut kamar
Menghadap lemari plastik kecil berwarna cokelat
Kutarik pelan pintu ketiga
Lalu kuambil sebuah buku usang tempatku bersua

Kutaruh di meja
Kusandarkan punggungku di kursi dan--
berselonjoran kaki
Kumulai ritual sakralku

Kusesap aroma kertas dalam-dalam
Kuhayati, hingga aku puas
Lalu kuambil tinta merah yang tergeletak di meja
Ya, malam panjang resmi dimulai

Aku mulai bercerita ria
Kutulis lembar putih bergaris dengan rapi
Tentang semua yang terselip dalam memori

Aku menulis hingga tanganku kelu, dan--
punggungku kaku juga kakiku yang mulai kesemutan
Berlembar cerita dari hati telah terekam

Kucermati satu-satu kata yang tertulis
Kucoret dan kuperbaharui,
hingga aku tersenyum puas melihat akhirnya

Kubaca sekali lagi lalu kututup buku bersampul abu-abu.
Sudah cukup aku bercerita, bisik angin malam padaku.
Sekarang giliran aku kembali menunggu,
kejutan cinta dalam mimpiku.


PS: Kamu tahu, aku menunggu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for leaving comment :)
have a good day, pals!