Suatu hari di tengah malam
Mimpi mengoyakku untuk terjaga
Menyuruhku menatap seisi kamarku yang tenang
Menyuruhku mendengar suara angin malam
Aku bergegas berjalan menuju sudut kamar
Menghadap lemari plastik kecil berwarna cokelat
Kutarik pelan pintu ketiga
Lalu kuambil sebuah buku usang tempatku bersua
Kutaruh di meja
Kusandarkan punggungku di kursi dan--
berselonjoran kaki
Kumulai ritual sakralku
Kusesap aroma kertas dalam-dalam
Kuhayati, hingga aku puas
Lalu kuambil tinta merah yang tergeletak di meja
Ya, malam panjang resmi dimulai
Aku mulai bercerita ria
Kutulis lembar putih bergaris dengan rapi
Tentang semua yang terselip dalam memori
Aku menulis hingga tanganku kelu, dan--
punggungku kaku juga kakiku yang mulai kesemutan
Berlembar cerita dari hati telah terekam
Kucermati satu-satu kata yang tertulis
Kucoret dan kuperbaharui,
hingga aku tersenyum puas melihat akhirnya
Kubaca sekali lagi lalu kututup buku bersampul abu-abu.
Sudah cukup aku bercerita, bisik angin malam padaku.
Sekarang giliran aku kembali menunggu,
kejutan cinta dalam mimpiku.
PS: Kamu tahu, aku menunggu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
thanks for leaving comment :)
have a good day, pals!