Kamis, 19 Juli 2012

Persimpangan Jalan Bercabang

"Sudahlah, Kal. Kamu suka, sudah kelihatan. Kamu harusnya bahagia. Ayo, senyum!" hibur Brisa. Kata-kata Brisa itu terus saja menggema di kepalanya. Antara iya dan tidak, antara percaya dan tidak. Kalya benar bingung. Ingin saja ia sahut 'iya' namun udara di sekitarnya membungkam mulut Kalya. Hatinya bilang iya, tapi pikirannya berusaha bilang tidak. Lalu apa seharusnya? Hati atau pikiran yang harus dia turuti.
"Aku juga ingin bahagia Brisa, tetapi aku masih ragu, ini sepihak atau tidak? Jangan-jangan hanya sepihak. Atau aku salah menduga. Aku tidak mau salah persepsi," jawab Kalya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for leaving comment :)
have a good day, pals!