Minggu, 05 Agustus 2012

Rindu Dalam Purnama

Selingkup, setapak, selangit, namun tak bersua.
"Bri, boleh aku rindu?" tanya Kalya.
"Siapa yang mau ngelarang rindu?" sahut Brisa sekenanya.
"Kamu tau aku sedang rindu?" kembali Kalya mengulangi pertanyaanya.
"Tahulah. Tuh muka udah hopeless gitu dari tadi, udah bilang aja," jawab Brisa kemudian tertawa. Mereka berdua sedang duduk di serambi depan rumah Kalya. Berteman kopi susu dan ketela rebus, lengkaplah ritual mereka menyaksikan purnama.

"Benar bundar, ah, rindu semakin mekar
Rindu semakin mekar, yang kubisa cuma bersabar," bisik hati Kalya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for leaving comment :)
have a good day, pals!