Kepada engkau yang kuceritakan
Kapan engkau pulang ke peraduan?
Kembali bersama dalam titian harapan
Berlomba menggapai tujuan
Engkau terlampau kuyu diujung rindu
Tenggelam dalam haru biru menuntut ilmu
Legam dalam jelaga metropolitan memberangusmu
Engkau pasti pias dan pilu
Kepada engkau yang kuceritakan
Segeralah pulang ke pangkuan
Aku punya harapan di hari kemudian
Coba dengarkan
Aku ingin duduk bersamamu di saung dekat langgar,
Menjaga malam dengan kelakar,
Bercermin di manik matamu yang bundar,
Dan kutahu matamu selalu berbinar
Hatimu yang sabar,
Juga senyummu yang kemudian mekar,
Meluluhkan egoku yang selama ini menguar
Kepada engkau yang selalu menjadi pendengar
Kurasa semua ini adalah benar
Balasanku... Ku cuma bisa berujar
Terima kasih sudah mau berkenalan dengan pembuat onar.
Aug29,12|1926|malamkelabuditengahsakitmemburu
wapik nis ikii...
BalasHapus