Kalya menunduk memejamkan mata. Semua rasanya campur aduk menghadapi manusia berjenis kelamin laki-laki yang ada di depannya.
Dengan suara berat namun tanpa tangis Kalya mengucap, “Hati kamu bukan untuk saya. Kamu melakukannya hanya untuk mencoba menghilangkan rasamu terhadap dia. Aku mengalah. Mungkin bukan jatah saya untuk dapat tempat di hatimu. Tapi saya bahagia pernah ada dan mampir di sana sebentar. Membuat aku merasa istimewa meski hanya temporer.” Dia pun masih sempat sedikit tertawa diunjung kalimat yang diucapkannya. Ditegakkan kepalanya dan garis lengkung bawah menghiasi bibirnya.
Manusia berjenis kelamin laki-laki bernama Saka itu terkejut dan luluh setengah mati. Dia mempererat genggaman tangannya dengan tangan Kalya membalas ucapan Kalya,” Tapi aku menyukaimu, Kal.”
Kalya hanya mampu menatap sorot mata yang selalu membuatnya nyaman. Bahkan untuk bilang sepatah kata yang selalu ingin diucapkannya pun kelu lidahnya.
“Aku tahu. Aku pun begitu,” batin Kalya.
#tdp
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
thanks for leaving comment :)
have a good day, pals!