[Salam untuk dia di seberang sana]
Lagi…
Mengapa setiap hari kau selalu muncul dalam otakku? Tak ku pikirkan kau sebentar saja, aku bingung bukan kepalang. Kenapa aku ini??
Kala ini hatiku menangis karena kau sudah tak ada di satu titik lagi, dimana kita saling berbagi. Kau mulai berubah. Mungkin itu wajar, karena kau sudah memulai kehidupan baru lagi di sana. Jauh di pandangan mataku. Jauh dari mimpi yang aku inginkan.
Mencoba dan memulai kehidupan baru tanpa hadirmu dan perhatianmu itu sulit bagiku. Aku mengerti bahwa kamu bukanlah milikku yang selalu ada disampingku, tetapi aku menyayangimu tanpa kau menyadarinya. Dan kau pasti kan lebih pedulikan dia, karena memang posisiku adalah gulma antara kau dan dia. Namun, aku sungguh menyayangimu. Tapi kurasa aku harus tetap menyimpannya dalam hati saja agar aku tak melukai perasaannya. Biarkan aku saja yang luka.
Kini sepi mengelayuti hari-hariku. Tak ada lagi yang akan buatku tertawa. Tak akan ada lagi yang buatku merasa nyaman. Tak ada yang tempat lagi untuk membagi kisahku. Tetapi, aku selalu rindu untuk mencarimu. Selalu inginkan kamu ada untukku. Aku tak tahu, mungkin tak akan sama jadinya jika rasa ini tak terjadi padamu. Kau yang telah membuat aku bangun dari dunia yang lumpuhkanku.
Cobalah kau mengerti perasaanku walau sedikit saja. Jangan acuhkan aku seperti ini. Hari ini, kau cuek padaku. Aku tak mengerti. Aku tak tau apa yang terjadi padamu. Tetapi, aku tak bisa lakukan itu padamu. Aku selalu harapkanmu hadir untuk temani aku berbagi kisah. Tapi apakah mungkin? Itu hanyalah mimpi jika terjadi.
Ku tak percaya kau ada disini
Menemaniku disaat dia pergi
Sungguh bahagia kau ada disini
Menghapus semua sakit yang kurasa
Mungkinkah kau merasakan
Semua yang ku pasrahkan
Kenanglah kasih
Ku suka dirinya, mungkin aku sayang
Namun apakah mungkin kau menjadi milikku
Kau pernah menjadi, menjadi miliknya
Namun salahkah aku bila ku pendam rasa ini…
(Rasa Ini – Vierra)
Aku hanya berharap jika ku menjadi milikmu. Tapi, apakah aku salah jika memiliki perasaan sayng ini untukmu? Aku tak bisa gapai anganku itu.
Agh, sudahlah.. aku hanya ingin tetap merasakan ini padamu, tanpa kau harus mengetahuinya. Hanya menyimpan sendiri, tanpa kau tahu.
Mungkin, hari ini aku kacau sehingga apa yang aku tulis ini menjadi rancu dan aneh. Tapi, lagu itu cukup mewakili perasaanku padamu. Ketahuilah itu. Salam selalu untukmu agar selalu berusaha disana. Kouban Wa lelaki yang jahil…
Spacibo…
[Seorang yang mengirimkan salam padamu]
280909 – 22.07
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
thanks for leaving comment :)
have a good day, pals!