Sabtu, 23 Juli 2011

Malam Minggu

Api unggun di tengah lingkaran cerita dan gelak tawa. Gemanya memenuhi malam minggu yang sedikit membuat tubuh ini menggigil. Ngilu sekali rasanya.
Lama ku tak melihatnya. Satu bulan. Mungkin. Tatapan matanya yang jatuh tepat dimataku malam ini, benar-benar membuatku gugup. Tegas dan sepertinya sebal. Tapi aku tetap saja salah tingkah.
"Hei, kenapa kamu diam saja, tidak menyapaku, tidak pula mengejekku (seperti biasanya)" hatiku berteriak bilang begitu. Kamu hanya menatap lalu hilang. Lagi-lagi begitu.
Aku akhirnya memberanikan diri bicara kepadanya, "Mana janjimu kepadaku?"
Kamu hanya mengerlingkan mata. Huh. Gemas rasanya. >.<
Aku beranikan diri bertanya sekali lagi, walaupun badan ini menggigil lebih dari sebelumnya. "Hei, mana janjimu. Aku tunggu."
Kali ini kamu memalingkan muka terhadapku. "Lalu kapan? Terlalu banyak urusan" ujarmu sambil berjalan dengan jarak 1 meter disampingku.
Aku diam. Tidak lagi bilang apa-apa.
Namun malam ini, cukup bagiku untuk melihatmu di bawah cahaya lampu dop warna kuning, di seberang lingkaran sebuah perkumpulan dan api unggun. Kamu beda.
Aku terus saja memikirkanmu sejak itu. Berkendara di tengah keramaian jalanan malam minggu membuatku semakin ingin mengingatmu. Sungguh.
Sampai ku berbaring dan menatap layar segi empat yang berkedip aku semakin ingin untuk berbincang lagi denganmu. Aku masih ingin berbincang berdua saja denganmu. >.<
Sekata, dua kata akhirnya membentuk rangkaian kalimat ku kirimkan padamu. Dag. Dig. Dug. Aku takut jika itu bukan kamu.

``Dulu sekali ketika seseorang mengatakan hal jujur dengan apa yang dialaminya kepada seorang lainnya, itu adalah kata-kata yang luar biasa. Adalah dulu seseorang pernah membantu dan menghibur seorang lainnya itu. Terima kasih karena tindakan yang manis itu. Terima kasih seseorang pernah mengatakan kepada seorang lainnya itu. Terima kasih ini karena orang lain itu sekarang tahu bahwa kalimat itu takkan pernah dia dengar lagi kelak.``

Message sent!

Dag. Dig. Dug.
Aku tahu, aku pengganggu. Aku tahu, karena kamu tak membalas pesan itu. Aku tahu, kamu....

Sudahlah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for leaving comment :)
have a good day, pals!