Senin, 02 Januari 2012

**4

I’m lucky I’m in love with my bestfriend. Lucky to have been where I have been. Lucky to be coming home again.
Adib memang mempunyai panggilan khusus untuk Nadia Puri. Dia kerap memanggil Didi. Mulanya Nadia protes. Dia tidak suka dipanggil begitu. Itu panggilan kecilnya. Namun, dengan seringnya Adib memanggil Didi walaupun telah dilarang, Nadia pun jadi suka dengan panggilan tersebut.

“Didi” panggil Adib pada Nadia. Namun yang dipanggil terus saja menunduk membaca buku.
“Hey, Didi, aku manggil kamu Nadia.” ulanginya lagi, sedikit dongkol karena Nadia diam saja.
“Loh? Panggil aku? Kok Didi sih?” jawab Nadia sedikit sewot.
“Nggak papa. Lebih enak panggil gitu. Daripada kudu lengkap Na-di-ya. Ribet kan..” ucap Adib sambil mengeja suku kata nama Nadia.
“Nggak mau ah. Gimana gitu kedengarannya.” si empunya nama protes.
“Biar aja. Biar beda. Didi...” ucapnya dengan nada sedikit jahil.
“Nggak mau!”
“Didi.”
“Pokoknya nggak mau dipanggil gitu.”
“Didi. Didi. Didi. Didi.”
“Ah.. Adib. Udah deh.” Kata Nadia sambil cemberut.

Keduanya terdiam. Hening sejenak menghiasi ruang baca di rumah Nadia.

“Jadi, Didi ya?” ujar Adib sambil tertawa.

Nadia diam saja. Adib menjadi tambah puas. Dia tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Nadia hanya cemberut dan kembali menekuni bukunya.

 “Didi” panggilnya suatu waktu. Dan Nadia pun tersenyum.

bersambung***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for leaving comment :)
have a good day, pals!