Aku menamainya... entah apalah. Kado di akhir usia ke-18 mungkin.
Kali ini October 19, aku nekat pergi ke kota sebelah untuk mencari suasana baru dan arti baru. Tanpa pamit orang tua (bisa dibilang ini namanya 'kabur'. Maaf Bapak-Ibuk)
Aku berangkat jam 5 sore (kesorean banget, gara2 ketinggalan kereta). Perjalanan dua jam kutempuh dengan berpikir panjang. Apa sih yang aku lakukan ini? Beneran nih aku pergi ke situ? Padahal aku baru pulang dari kotaku menuntut ilmu tadi siang.
Yaa, akhirnya kuyakinkan yakinkan saja kalau aku sudah ada dalam perjalanan dan sebentar lagi nyampe.
Dan kali itu, ternyata bus tidak melalui rute biasanya, aku pun kalut, udah malem pula! Akhirnya aku 'ikut-ikutan' penumpang yang turun sama dengan tujuanku. Kebetulan juga deket tempatku turun ada pos polisi jadi makin pede deh turunnya.
15 menit kemudian, temanku menjemputku. Lalu kami makan bersama.
Sebenarnya, aku ke kota ini untuk bertemu dengan seseorang untuk kuajak melihat bulan barengan dan merayakan hari jadiku esok hari. Tapi, dia mengalah dan membiarkanku untuk bersama teman-temanku. Aku pun tak enak hati untuk meninggalkan teman-temanku.
Setelah selesai makan, aku dan salah satu temanku *sebut saja dia Fitri* memisahkan diri dari satu temanku lainnya. Kami oergi menyusuri jalanan kecil di sekitar tempat kos-kosan dengan kecepatan 20km per jam. haha. Kami pergi mencari es krim sebagai penyembuh karena galau. Lalu balik ke kos.
Setelah bersih diri, kami terlupa akan 1 hal yg akan dibeli. ROTI. Akhirnya kami pergi lagi, menyusuri jalanan sepi di sekitar kos-kosan dan akhirnya dapat di sebuah warung kecil yang hampir tutup. Aku beli dua buah.
Jam perlahan tapi pasti bergerak menuju pukul 12:00 p.m, aku menanti sebuah sms dari seseorang itu. Kosong. Tak ada di layar hapeku. Aku pun make a wish dengan tulisanku.
Tepat pukul 12 malam, Fitri memelukku. Dia yang pertama kali mengucapkan padaku. Aku menangis. Akhirnya kami makan roti donat yang dibeli tadi.
Enam belas menit kemudian, hapeku menyala dengan nama dia terpampang di layar. Terima kasih :) Tapi kenapa harus melalui pesan singkat? Padahal kita berjarak tak lebih dari 1 mil. Kita hanya berjarak dua gang. Dan seharusnya kita bisa berjabat tangan atau sekadar tatap muka. Tapi itu tidak terjadi. Aku cuma bisa pasrah.
Pagi-pagi sekali, aku dikejutkan oleh pesan dari bapak yang mengetahui ketidakjujuranku pergi tanpa pamit. Maaf bapak-ibu, kalau aku bilang, pasti kalian tidak akan mengijinkan.
Aku pun bergegas pulang. Ada sedikit kekecewan. Aku berjalan sejauh ini untuk bertemu dengannya, tapi tak bisa bertemu. Menyedihkan.
Aku mengirimi dia pesan, "Aku pulang". Lama dia membalas, aku pun mengiriminya pesan sekali lagi.
"Kita nggak bisa ketemu, ya?"
Beberapa menit kemudian dia bertanya, "Kamu jadi pulang beneran ya?"
Dan aku pun mnejawab, "Iya. Ini nunggu bis di depan kampus."
Lama tak ada balasan lagi sampai akhirnya kamu bertanya, "Kamu dimana?"
Aku tersenyum dan membalas, "Halte bus depan kampus."
Beberapa menit kemudian, kamu muncul di belakangku. Terkejut? Pasti. Aku tidak sepenuhnya yakin akan hal ini. Tapi ini nyata. Kamu menemuiku. Dan itu seikit membuatku salah tingkah. Kamu tidak pernah mau melakukan hal itu sebelumnya, tapi kali ini, kamu mau. Terima kasih, ya. Aku menyukainya.
Meski kita sedikit ngobrol tapi aku suka dengan apa yg terjadi di halte bus tadi. Dan kamu menemaniku hingga bus datang membawaku kembali pulang.
Di dalam bus, sempat aku menangis. Aku sedih mengapa kita tak bertemu sejak semalam saja. Pasti waktu kita lebih lama.
"Aku sedih" tulisku dalam pesan singkat.
"Kenapa lagi?" balasmu.
"Kita gak bisa lama ketemu"
"Minggu depan, ya? :) Kita ketemu yang lama"
"Beneran kan?"
"Iya :)"
Cukup. Bertemu denganmu sudah membuat aku salah tingkah dan bahagia yang membuncah. Terima kasih.
PS: Thank you, kota **** dan segala isinya. Fitri yang mau menampungku, memeberiku makan, dan menemaniku di pergantian umurku. Buat Aries yang sudah menjemputku. Buat kamu yang mau menemaniku menunggu bus. Dan semuanyaaa, ya, semuanyaaa...(aku nggak bisa sebut satu-satu yang jelas untuk kalian yg menyayangiku dan yang kusayangi...)
*WELCOME, MY DEAR 19TH*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
thanks for leaving comment :)
have a good day, pals!