Biarkan saja saya mengenangmu malam ini.
Biarkan saja saya bersama bayangmu malam ini.
Semalam aku bertemu dia di dalam mimpiku. Entah mengapa bisa terjadi. Memang sebelumnya aku mendengarkan lagu yang menyentuh hatiku dan mengingatkan pikirku kepadanya. Hingga aku terlelap dan membawaku bertemu dengannya di mimpiku, aku senang.
Tiba-tiba saja tadi pagi, Minggu 18 Desember 2011 aku terbangun dengan dikejutkan oleh sebuah pesan singkat. Adib Naufal. Entah kebetulan atau apa, aku tidak tahu. Semalam barusan aku memikirkannya lalu memimpikan dia, kemudian dia mengirimiku pesan singkat. Pesan singkat pertama yang kudapat setelah 4 bulan. Aku buncah.
Dia bilang, “Selamat pagi.”
Aku kaget, lalu bertanya “Kok bisa sms?”
“Hari libur kok. Aku sudah boleh keluar.” jawabnya.
“Oh.. enak dong. Kamu nggak pulang ke Solo?”
“Besok libur Natal dan Tahun Baru aku pulang.”
“Oh... Enak nggak di sana?” tanyaku ingin memperpanjang percakapan ini.
“Nggak enak banget. Kalau aku bisa muter waktu, lebih baik aku kuliah saja di Yogya.”
“Itu cita-citamu. Sudah terlanjur semuanya, dijalani sajalah.”
“Memang iya. Memang menyesal itu datangnya dibelakang.”
“Semangat.”
“Iya.”
Singkat, namun terhapus sudah rinduku. Apalagi dia bilang untuk pulang minggu depan. Aku tidak tahu apakah kepulangannya itu dia sempatkan untukku. Karena aku selalu jadi yang kedua baginya. Aku tahu.
Aku rindu dia!
*END*
REALITY OPO FIKTIF?LEK ASLI..MELAS E..
BalasHapusHEHEHE
fiktif lah, wah...
BalasHapusmoco lengkap ta?